Mata dan Tangan
Oleh : Imam Syafi'i suatu ketika disiang hari, pukul 12.00 ketika aku mengantarkan majalah kepada donatur, yang sudah menjadi tugas bulananku , karena waktu itu rute yang aku lewati dekat dengan ampel dan bertepatan dengan waktu sholat dzuhur juga, aku membelokkan motor yangku naiki untuk mampir sejenak untuk sholat dan melepas lelah setelah berkeliling mengantarkan majalah. Seperti pengunjung pada umumnya setelah memarkir motor, aku segera menuju masjid agung sunan ampel. Kemudian duduk diserambi masjid beristirahat menikmati angin sepoi-sepoi yang melewati tubuhku. Cuaca disiang itu memang sangat terik sekali, membuat tenggorokanku mengering. Walhasil aku segera mengeluarkan air minum dari dalam tasku untuk ku minum. Helaan nafas panjang menandakan dahaga dan rasa hausku hilang seketika. Beberapa waktu kemudian setelah rasa capek hilang aku pergi untuk mengambil wudhu, di tengah-tengah melakukan wudhu tiba-tiba ada seorang paruh baya memegang punggungku dari arah belak...